Sebelum kita bahas lebih jauh tentang TOFU, MOFU, dan BOFU, saya mau kasih gambaran dulu nih. Content funnel mapping itu ibarat peta perjalanan yang menunjukkan bagaimana calon pelanggan mengenal, mempertimbangkan, dan akhirnya membeli produk atau jasa kita lewat konten yang kita buat.
Temen-temen, tahap pertama dalam content funnel itu disebut TOFU, singkatan dari Top of the Funnel. Di sini, tugas kita adalah menarik perhatian orang sebanyak-banyaknya. Bayangin aja, ini seperti saat kita lagi kenalan sama orang baru. Kita pengen mereka tahu siapa kita dan apa yang kita tawarkan.
Di tahap TOFU ini, konten yang kita buat harus ringan, informatif, dan menarik supaya orang yang belum kenal dengan brand kita jadi tertarik. Contohnya bisa berupa artikel blog yang mengedukasi, video singkat yang menghibur, atau postingan di media sosial yang memancing rasa penasaran.
Setelah berhasil menarik perhatian, kita masuk ke tahap MOFU, atau Middle of the Funnel. Di sini, orang-orang yang sudah mulai kenal dengan kita mulai mempertimbangkan apakah mereka butuh produk atau jasa kita.
Kalau saya ibaratkan, ini seperti saat kita lagi ngobrol lebih dalam sama temen baru. Kita mulai cerita lebih detail tentang kelebihan dan manfaat yang kita punya. Konten di MOFU biasanya lebih mendalam, seperti e-book, webinar, studi kasus, atau email yang mengedukasi lebih jauh.
Di tahap ini, kita harus bisa membangun minat dan keinginan temen-temen supaya mereka merasa produk kita adalah solusi yang tepat buat masalah mereka. Jadi, konten MOFU harus bisa menjawab pertanyaan dan kekhawatiran mereka dengan jelas.
Nah, kalau sudah sampai di BOFU, atau Bottom of the Funnel, ini saatnya kita mendorong temen-temen untuk mengambil tindakan, misalnya membeli produk, daftar layanan, atau menghubungi kita untuk konsultasi.
Di tahap ini, konten yang kita buat harus sangat persuasif dan meyakinkan. Bisa berupa demo produk, testimoni pelanggan, penawaran khusus, atau free trial. Intinya, kita harus buat mereka merasa yakin dan siap untuk melakukan pembelian.
Saya suka bilang, BOFU itu seperti ajakan buat temen-temen yang sudah kenal dan tertarik untuk benar-benar jadi pelanggan setia kita.
Jadi, temen-temen, content funnel mapping itu super penting banget supaya kita bisa bikin konten yang tepat sasaran di setiap tahap perjalanan calon pelanggan. Dari TOFU yang bikin mereka tahu, MOFU yang bikin mereka tertarik dan yakin, sampai BOFU yang bikin mereka bertindak. dengan melengkapi mapping ini, kita jadi bisa membedakan kepentingan dari masing masing funnel.
Semoga penjelasan saya ini bisa membantu temen-temen yang lagi belajar atau mau mulai bikin strategi content funnel. Yuk, mulai bikin konten yang bukan cuma keren tapi juga efektif. Saya juga masih terus belajar sampai saat ini. mempelajari lagi feedback dari masing masing goals di masing masing tahapan.
Kalau ada yang mau ditanyain atau diskusi, jangan sungkan ya. Bagaimana dengan funnel di bisnis temen temen? ceritain yuuuk. biar bisa saling belajar dan saling tukar insight.
Sampai jumpa di artikel berikutnya yaa… 🙂